RANTING NU

RANTING NU
Nahdlotul Ulama

Senin, 06 September 2021

BISIKAN SETAN DAN MALAIKAT

 Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji, sedang Allah menjanjikan ampunan dan karuniaNya kepadamu. Dan Allah maha luas, maha mengetahui. (QS:2:268).

Setan adalah musuh manusia sejak dulu karena ia telah bersumpah “ demi kemuliaanMu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang terpilih di antara mereka” (QS: Shaad :82-83).

Pakar-pakar Bahasa Arab menyatakan, bahwa Syaithan(setan)  merupakan kata Arab asli yang sudah sangat tua, bahkan bisa jadi lebih tua dari kata-kata serupa yang digunakan oleh selain orang Arab. Kata syaithan berasal dari kata syathatha, syatha, syawatha dan syathana yang mengandung makna-makna jauh, sesat, berkobar, dan terbakar serta ekstrim. (M.Quraisyihab : Tasir Almisbah : hal 268)

Menurut Prof. Dr. Wahbah Azzuhaili dala tafsir Almunir disebutkan bahwa kata Syithan berasal dari kata syathana yang berarti ba’uda (jauh) karena ia jauh dari rahmat Allah SWT.

Setan membisikan kepada manusia dan menakut-nakutinya dengan kemiskinan jika ia bersedekah atau berinfak di jalan Allah SWT. Setan berkata kepada manuasia “ sesungguhnya akibat yang kalian rasakan jika kalian bersedekah adalah kalian akan menjadi miskin. Setan menggoda dan membujuk manusia untuk bersikap kikir seperti membujuk seseorah yang memerintah kepada orang yang diperintah.

Sesungguhnya setan memiliki bisikan kepada anak cucu nabi Adam dan malaikut juga memiliki bisikan kepada anak cucu nabi adam.  Bisikan setan adalah menjanjikan kejelekan dan mendustakan kebenaran. Sedangkan bisikan malaikat adalah menjanjikan kebaikan dan membenarkan kebenaran. Ketika kita mendapat bisikan kebaikan dan membenarkan kebenaran maka bersyukurlah kepada Allah SWT. Begitu juga sebaiknya jika mendaptkan bisikan setan hendaknya meminta perlindungan kepada Allah SWT.

Setan merupakan lambing kejahatandan keburukan. Setan tidak terbatas pada manusia dan jin tetapi juga dapat berarti pelaku sesuatu yang buruk dan tercela. Manusia yang durhaka dan mengajak kedurhakaan juga dinamai setan. Jin adalah makhluk halus yang diciptakan Allah SWT dari api. Jin yang membangkang dan mengajak kedurhakaan juga dinamai setan. Disisi lain, setan bukan sekedar durhaka atau kafir tetapi sekligus juga mengajak kepada kedurhakaan.

Setan juga menyuruh berbuat fahisyah, segala sesuatu yang dihimpun oleh apa yang dianggap sangat buruk oleh akal sehat, agama, budaya, dan naluri maanusia. Di hadapkan bujukan dan rayuan setan untuk bersikap kikir, Allah menjanjikan kepada orang -orang yang beriman melalui lisan Nabi-Nya sebuah ampunan bagi dosa- dosa dikarenakan infak yang dikeluarkan. Allah juga menjanjikan berupa pemberian ganti di dunia ini dari apa yang telah diinfakkan, berupa harta dan kebaikan. Sebagaiman firman Allah SWT “ dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rejeki yang terbaik” (Assaba :39)

Imam Bukhori dan muslim meriwayatkan  bahwa rasulullah saw bersabda:

“ tiada hari di manapun hamba berada kecuali ada dua malaikat yang turun, lalu salah satu malaikat tersebut berdo’a, “ ya Allah , berilah ganti kepada orang yang berinfak,” sedangkan malaikat yang satunya lagi berdo’a, “ ya Allah, berilah kebinasaan harta kepada orang yang kikir (tidak mau berinfak). Maksudnya adalah Allah akan memberi ganti orang yang berinfak dengan cara memudahkan untuknya jalan mencari rejeki dan Allah akan membinaskan harta orang yang tidak mau berinfak. Wallahu A’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *