RANTING NU

RANTING NU
Nahdlotul Ulama

Rabu, 15 September 2021

Ngaji RT Nan

يؤتى الحكمة من يشاء ومن يؤت الحكمة فقد اوتي خيرا كثيرا وما يذكر الا اولواالالباب Dia memberikan Hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang Siapa yang diberi Hikmah , sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang mempunyai akal sehat. (QS:2:269) Allah SWT menganugerahkan hikmah kepada siapa saja dari para hamba yang dikehendaki-Nya. Menurut jumhur (mayoritas) ulama" yang dimaksud dengan hikmah adalah ilmu, fiqih dan Al-Qur'an.Hikmah membawa kepada kemampuan untuk membedakan antara hakekat atau kebenaran dan apa yang hanya bersifat prasangka belaka dan membedakan antara was-was atau godaan dan ilham Barang siapa yang memahami hukum dan rahasia rahasia yang terkandung dalam Al-Qur'an serta mengetahui dengan akal sehat yang dimilikinya apa yang terkandung dalam perintah sedekah berbagai macam manfaat bagi umat berupa kebaikan dan bagi yang berinfak berupa pahala yang banyak. Maka ia tidak akan terpengaruh dengan bisikkan dan bujukan setan.Ia tidak akan ragu-ragu di jalan Allah SWT. Barang siapa yang dikarunia oleh Allah SWT berupa ilmu yang bermanfaat terkhusus pemahaman yang mendalam tentang Al-Qur'an dan agama, memberinya petunjuk kepada hidayah akal maka ia telah ditunjukkan kepada kebaikan dunia dan akhirat serta memahami segala sesuatu sesuai dengan hakikatnya. Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anh,ia berkata ."saya mendengar Rasulullah SAW bersabd: لاحسد الا في اثنتين رجل اتاه الله مالا، فسلط على هلكته في الحق، ورجل اتاه الله الحكمة فهو يقض بها. "Tidak ada perasaan الغبطة (menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain tanpa mengharapkan sesuatu tersebut hilang dari orang lain tersebut) kecuali terhadap dua orang yaitu : orang yang dikaruniai harta oleh Allah SWT lalu orang itu dijadikan mau membelanjakan didalam kebenaran. Dan yang kedua orang yang dikarunia hikmah, lalu menggunakan nya untuk memutuskan hukum dan mengajarnya kepada orang lain."(HR Bukhari Muslim, Nasai,Ibnu Majah dan Ahmad). Hikmah adalah ilmu, fiqih dan Al-Qur'an. Ilmu lebih utama karena lima sebab: 1. Ilmu tanpa amal tetap ada, sedangkan amal tanpa ilmu tidak ada. 2. Ilmu tanpa amal masih berguna, sedangkan amal tanpa ilmu tidak berguna. 3. Amal itu sesuatu kewajiban, sedangkan ilmu pemberi cahaya 4. Ilmu itu pangkat para nabi, 5. Ilmu itu sifat Allah sedangkan amal itu sifat hamba-hamba Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *