RANTING NU

RANTING NU
Nahdlotul Ulama

Jumat, 08 April 2016

Definisi Aswaja (Ahlussunnah Waljama'ah)

Dalam istilah masyarakat Indonesia, Aswaja merupakan singkatan dari Ahlussunnah wal jama'ah. ada tiga kata yg membentuk kata tersebut.
1. Ahl, berarti keluarga, golongan atau pengikut.
2. Al-Sunnah, yaitu segala sesuatu yg datang dari Nabi Muhammad yang berupa perbuatan, ucapan, dan pengakuan Nabi Muhammad.
3. Al-Jama'ah, yaitu apa yg disepakati oleh para sahabat Rosulullah pd masa Khulafaur Rosyidin (Abu Bakar, Umar bin Khottob, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib)

Kata al-Jama'ah ini diambil dari sabda Nabi saw: "Barangsiapa yang ingin mendapatkan kehidupan yg damai di surga, maka hendaklah ia mengikuti al-Jama'ah (HR. Tirmidzi dan Hakim, hadits shohih menurut al-Dzahabi)

Syekh Abdul Qodir al-Jaelani (471-561 H) menjelaskan:
"Al-Sunnah adl apa yg telah diajarkan oleh Rosulullah saw. (meliputi ucapan, perilaku, serta ketetapan beliau). Sedangkan al-Jama'ah adalah segala sesuatu yg telah menjadi kesepakatan para sahabat Nabi saw. pada masa Khulafaur Rosyidin yang empat, yg telah diberi hidayah (mudah-mudahan Allah memberi rahmat kpd mereka semua) (Al-Ghunyah li Tholibi Thoriq al-Haqq, Juz 1, hal 80)

Lebih jelas lagi hadratus syekh KH. Hasyim Asy'ari (1287-1336 H) menyebutkan dalam kitabnya Zidayat Ta'liqot hal. 23-24, sebagai berikut:
"Adapun Ahlussunnah wal Jama'ah adalah kelompok ahli tafsir, ahli hadits dan ahli fiqh. Merekalah yg mengikuti dan berpegang teguh dg sunnah Nabi saw. dan sunnah Khulafaur Rosyidin sesudahnya. Mereka adalah kelompok yg selamat (al-Firqoh al-Najiyah). Mereka mengatakan, bahwa kelompok tersebut sekarang ini terhimpun dalam madzhab yang empat, yaitu madzhab Hanafi, Syafii, Maliki dan Hanbali."

Pada hakikatnya ajaran Nabi saw. dan para sahabatnya tentang aqidah itu sudah termaktub dalam al-Qur'an dan Sunnah. Akan tetapimasih berserakan dan belum tersusun secara sistematis. Baru pada masa setelahnya, ada usaha dari ulama' Ushuluddin yg besar yaitu Imam Abu Hasan al-Asy'ari yg lahir di Bashra tahun 260 H dan wafat tahun 324 H, juga Imam Abu Mansur al-Maturidi yg lahir di Maturid, Samarkand, Uzbekistan, dan wafat tahun 333 H, Ilmu Tauhid dirumuskan secara sistematis agar mudah dipahami. Kedua ulama' tersebut menulis kitab2 yg cukup banyak. Imam al-Asy'ari misalnya, menulis kitab al-ibanah 'an Ushul al-Diniyah, Maqolat al-Islamiyyin, dll. Sedangkan Imam al-Maturidi menulis kitab al-Tauhid, Ta'wilat Ahl al-Sunnah, dll. Karena jasa yg besar dari kedua ulama' tersebut, sehingga penyebutan Ahlussunnah wal Jama'ah selalu dikaitkan dengan kedua ulama' tersebut.

Sayyid Murtadha al-Zabidi mengatakan:
"Jika disebut Ahlussunnah wal jama'ah, maka yg dimaksud adl para pengikut Imam al-Asy'ari dan Imam al-Maturidi (Ithaf al-Sadah al-Muttaqin, juz 2 hal. 6)

Pesantren2 di Indonesia secara umum mengajarkan Ilmu Tauhid menurut rumusan Imam al-Asy'ari dan Imam al-Maturidi dengan menggunakan kitab yg lebih sederhana dan ditulis oleh para pengikut kedua imam tersebut, seperti kitab Kifayatul 'Awam, Ummul Barohain, 'Aqidatul 'Awam, dll.

Dari penjelasan di atas, dpt dipahami Ahlussunnah wal jama'ah bukanlah aliran baru yg muncul sebagai reaksi dari beberapa aliran yg menyimpang dari ajaran Islam yg sebenarnya. Tetapi Ahlussunnah wal Jama'ah adalah Islam yang murni sebagaimana yg diajarkan Nabi saw. dan sesuai dg apa yg telah digariskan dan diamalkan oleh para sahabatnya.

Mengenal Lebih Dekat Imam Syafi'i

Imam Syafi’i bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Idris As Syafi’i, lahir di Gaza, Palestina pada tahun 150 Hijriah (767-820 M), berasal dari keturunan bangsawan Qurays dan masih keluarga jauh Rasulullah SAW. dari ayahnya, garis keturunannya bertemu di Abdul Manaf (kakek ketiga rasulullah) dan dari ibunya masih merupakan cicit Ali bin Abi Thalib r.a. Semasa dalam kandungan, kedua orang tuanya meninggalkan Mekkah menuju palestina, setibanya di Gaza, ayahnya jatuh sakit dan berpulang ke rahmatullah, kemudian beliau diasuh dan dibesarkan oleh ibunya dalam kondisi yang sangat prihatin dan seba kekurangan, pada usia 2 tahun, ia bersama ibunya kembali ke mekkah dan di kota inilah Imam Syafi’i mendapat pengasuhan dari ibu dan keluarganya secara lebih intensif.


Saat berusia 9 tahun, beliau telah menghafal seluruh ayat Al Quran dengan lancar bahkan beliau sempat 16 kali khatam Al Quran dalam perjalanannya dari Mekkah menuju Madinah. Setahun kemudian, kitab Al Muwatha’ karangan imam malik yang berisikan 1.720 hadis pilihan juga dihafalnya di luar kepala, Imam Syafi’i juga menekuni bahasa dan sastra Arab di dusun badui bani hundail selama beberapa tahun, kemudian beliau kembali ke Mekkah dan belajar fiqh dari seorang ulama besar yang juga mufti kota Mekkah pada saat itu yaitu Imam Muslim bin Khalid Azzanni. Kecerdasannya inilah yang membuat dirinya dalam usia yang sangat muda (15 tahun) telah duduk di kursi mufti kota Mekkah, namun demikian Imam Syafi’i belum merasa puas menuntut ilmu karena semakin dalam beliau menekuni suatu ilmu, semakin banyak yang belum beliau mengerti, sehingga tidak mengherankan bila guru Imam Syafi’i begitu banyak jumlahnya sama dengan banyaknya para muridnya.

Meskipun Imam Syafi’i menguasai hampir seluruh disiplin ilmu, namun beliau lebih dikenal sebagai ahli hadis dan hukum karena inti pemikirannya terfokus pada dua cabang ilmu tersebut, pembelaannya yang besar terhadap sunnah Nabi sehingga beliau digelari Nasuru Sunnah (Pembela Sunnah Nabi). Dalam pandangannya, sunnah Nabi mempunyai kedudukan yang sangat tinggi, malah beberapa kalangan menyebutkan bahwa Imam Syafi’i menyetarakan kedudukan sunnah dengan Al Quran dalam kaitannya sebagai sumber hukum islam, karena itu, menurut beliau setiap hukum yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW pada hakekatnya merupakan hasil pemahaman yang diperoleh Nabi dari pemahamannya terhadap Al Quran. Selain kedua sumber tersebut (Al Quran dan Hadits), dalam mengambil suatu ketetapan hukum, Imam Syafi’i juga menggunakan Ijma’, Qiyas dan istidlal (penalaran) sebagai dasar hukum islam.

Berkaitan dengan bid’ah, Imam Syafi’i berpendapat bahwa bid’ah itu terbagi menjadi dua macam, yaitu bid’ah terpuji dan sesat, dikatakan terpuji jika bid’ah tersebut selaras dengan prinsip prinsip Al Quran dan Sunnah dan sebaliknya. dalam soal taklid, beliau selalu memberikan perhatian kepada murid muridnya agar tidak menerima begitu saja pendapat pendapat dan hasil ijtihadnya, beliau tidak senang murid muridnya bertaklid buta pada pendapat dan ijtihadnya, sebaliknya malah menyuruh untuk bersikap kritis dan berhati hati dalam menerima suatu pendapat, sebagaimana ungkapan beliau ” Inilah ijtihadku, apabila kalian menemukan ijtihad lain yang lebih baik dari ijtihadku maka ikutilah ijtihad tersebut “.

Diantara karya karya Imam Syafi’i yaitu Al Risalah, Al Umm yang mencakup isi beberapa kitabnya, selain itu juga buku Al Musnad berisi tentang hadis hadits Rasulullah yang dihimpun dalam kitab Umm serta ikhtilaf Al hadits.
Sumberhttp://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-imam-syafii.html

Kamis, 07 April 2016

INSPIRASI KITA

Pada postingan kali ini, saya ingin berbagi 20 kata-kata inspiratif  yang diambil dari kutipan-kutipan beberapa tokoh dunia, mungkin ada beberapa yang sudah tidak asing lagi, namun bagi yang baru pertama kali membacanya semoga dapat memberikan inspirasi dan motivasi.

"Jangan pernah ragu dengan potensi yang ada dalam diri anda.
Cobalah lihat kupu-kupu, seandainya saja ia memiliki keraguan-keraguan,
maka ia akan hidup dan mati sebagai seekor ulat bulu
yang hanya bisa merangkak."
Larispique Philidor

"Jika Anda tidak bergerak untuk mulai membangun mimpi anda,
seseorang justru akan memperkerjakan anda untuk
membantu membangun mimpi mereka."
Tony Gaskins

"Adanya sebuah tikungan pada jalan,
bukanlah akhir dari jalan tersebut.
Terkecuali jika anda gagal untuk berbelok."
Unknown

"Akan jadi apa hidup tanpa resiko dan kegagalan?
Maka kesuksesan tidak akan memiliki kebanggaan apapun."
Rafael L.N

"Hidup hanya menemui kita separuh jalan.
Separuh perjalanan yang lainnya,
membiarkan kita untuk menemukan apa kesanggupan kita."
Kari Hohne

"Tarikanlah tarian yang anda tarikan.
Jangan tarikan tarian yang penari tarikan."
Platypus yang bijak

"Masa depan adalah milik mereka
yang percaya pada mimpi mereka."
Unknown

"Kekhawatiran seperti kursi goyang,
memberikan anda sesuatu untuk dilakukan,
namun tidak membawa anda kemanapun."
Unknown

"Tempatkan hati, pikiran dan jiwa anda
ke dalam aksi yang terkecil sekalipun.
Itulah rahasia kesuksesan."
Unknown

"Seseorang terkadang bertemu dengan takdirnya
di jalan yang dia hindari."
Unknown

"Logika akan membawa anda dari A ke B.
Imajinasi akan membawa anda kemanapun."
Albert Einstein

"Orang yang sukses tidak bisa bersantai di kursi,
mereka bersantai dalam kerjaan, mereka tidur dengan sebuah mimpi,
mereka terbangun dengan komitmen, dan bekerja ke arah sasaran.
Itulah semangat hidup."
Unknown

"Janganlah takut. Beranilah untuk mengambil resiko.
Pergilah ke mana tidak ada jaminan.
Keluarlah dari area nyaman meskipun
jika itu berarti terasa tidak nyaman.
Jalan yang jarang dilalui terkadang penuh
dengan barikade, gundukan, dan medan tak dikenal.
Tapi di jalan tersebutlah karakter Anda diuji.
Dan memiliki keberanian untuk menerima bahwa Anda tak sempurna,
tak ada yang sempurna, tak seorangpun yang sempurna.
Dan itu bukanlah masalah."
Katie Couric

"Hidup seperti perjudian. Anda tak bisa memenangkan setiap permainan.
Tapi jika chip ada di tangan Anda, maka Anda selalu masih memiliki harapan."
Unknown

"Berhentilah berpikir dari segi keterbatasan.
Dan mulailah berpikir dari segi kemungkinan."
Unknown

"Bukan karena berbagai hal itu sulit hingga kita tidak berani,
melainkan karena kita tidak berani hingga berbagai hal menjadi sulit." 
Unknown

"Terkadang kita melupakan bahwa kebahagiaan
bukanlah hasil dari mendapatkan sesuatu yang kita miliki,
tapi lebih pada menyadari dan menghargai apa yang kita miliki."
Frederick Keonig

"Jangan memilah-milah dunia anda ke dalam hitam dan putih,
karena ada banyak hal yang tersembunyi di dalam keabu-abuan."
Unknown

"Layaknya surfing,
hidup adalah tentang pemilihan ombak dan keseimbangan.
Jangan pernah biarkan ombak terbaik dalam hidup
berlalu begitu saja."
Unknown

"Anda terlahir sebagai sesuatu yang asli.
Jangan mau meninggal sebagai sesuatu yang tiruan."
John M.


Kutipan lain yang juga mungkin bisa membangkitkan motivasi bagi Anda:
- See more at: http://www.termotivasi.com/2012/12/kata-kata-inspiratif.html#sthash.r1chDQ0o.dpuf

Madzhab - Madzhab Fikih dalam Islam

 A.             PENGERTIAN MADZHAB
         
          Kata Mazhab menurut kamus Munjid berarti berjalan, telah berlalu, telah mati. Dan makna yang kedua berarti sesuatu yang diikuti daam berbagai masalah disebabkan adanya pemikiran yang dijadikan pedoman atau metode. Sedangkan kata mazhab menurut istilah mempunyai arti segala hukum yang mengadung berbagai masalah, baik dari aspek metode yang mengantarkan pada kehidupan secara keseluruhan maupun aspek hukum sebagai pedoman.

          Menurut Prof. Dr. Qodri Azizy, kata mazhab adalah sistem pengambilan hukum islam / fikih dari mazhab fil aqwal (pendapat) menuju pengembangan mazhab fil manhaj (metodologi).

B.        TOKOH-TOKOH MADZHAB FIKIH
Dalam bidang fikih, Ahlusunnah Waljamaah memegang empat mazhab yaitu :
1.         Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi)
    
     Nu’man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan at-Taymi lebih dikenal dengan nama Abū anīfah, (lahir di Kufah, Irak pada 80 H / 699 M — meninggal di Baghdad, Irak, 148 H / 767 M) merupakan pendiri dari MadzhabYurisprudensi Islam Hanafi.

     Abu Hanifah juga merupakan seorang Tabi'in, generasi setelah Sahabat nabi, karena dia pernah bertemu dengan salah seorang sahabat bernama Anas bin Malik, dan meriwayatkan hadis darinya serta sahabat lainnya.

       Imam Hanafi disebutkan sebagai tokoh yang pertama kali menyusun kitab fiqh berdasarkan kelompok-kelompok yang berawal dari kesucian (taharah), salat dan seterusnya, yang kemudian diikuti oleh ulama-ulama sesudahnya sepertiMalik bin Anas, Imam Syafi'i, Abu Dawud, Imam Bukhari.

     Imam Hanafi mendapat gelar ahlu ru’yi karena ia lebih banyak menggunakan argumentasi akal dibanding Imam Mazhab lainnya. Dalam menetapkan humkum Imam Hanafi berdasarkan pada :
a.    Al-Qur’an
b.    Hadits
c.    Fatwa para sahabat
d.    Qiyas
e.    Istihsan
f.     Ijma’ Ulama’
g.    Urf (adat masyarakat islam)

2.         Imam Malik
         Mālik ibn Anas bin Malik bin 'Āmr al-Asbahiatau Malik bin Anas (lengkapnya: Malik bin Anas bin Malik bin `Amr, al-Imam, Abu `Abd Allah al-Humyari al-Asbahi al-Madani),  lahir di (Madinah pada tahun714M / 93H), dan meninggal pada tahun 800M / 179H). Ia adalah pakar ilmu fikih dan hadits, serta pendiri Mazhab Maliki.Imam Malik mendapat gelar Imam Darul Hijrah yang artinya pemimpin kampung. Ia ahli dalam bidang hadits dan menyusun kitab Al-Muwatho’ (disetujui / disepakati). Daam kitab tersebut terdapat 5000 hadits hukum yang beliau kumpulkan selama 40 tahun, selain itu beliau juga hafal 100.000 hadits.

Yang menjadi pijakan dalam mengambil keputusan Imam malik mengambil dari dasar :
a.    Al-Qur’an
b.    As-Sunnah
c.    Amalan ahlu Madinah (Urf)
d.    Fatwa sahabat
e.    Ijma’
f.     Qiyas
g.    Masalah Mursalat
h.    Istihsan
i.      Adz-Dzaro’i

3.         Imam Syafi’i
Abū ʿAbdullāh Muhammad bin Idrīs al-Syafiʿīatau Muhammad bin Idris asy-Syafi`i yang akrab dipanggilImam Syafi'i (Ashkelon, Gaza, Palestina, 150 H / 767M - Fusthat, Mesir 204H / 819M) adalah seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri mazhab Syafi'i. Imam Syafi'i juga tergolong kerabat dari Rasulullah, ia termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Muhammad.
Saat usia 20 tahun, Imam Syafi'i pergi keMadinah untuk berguru kepada ulama besar saat itu, Imam Malik. Dua tahun kemudian, ia juga pergi ke Irak, untuk berguru pada murid-muridImam Hanafi di sana.
Imam Syafi`i mempunyai dua dasar berbeda untukMazhab Syafi'i. Yang pertama namanya Qaulun Qadim dan Qaulun Jadid.
Yang menjadi dasar dari pendapat Imam Syafi’i adalah :
a.    Al-Qur’an
b.    Hadits
c.    Ijma’ Ulama’
d.    Qiyas ahli fikih
4.         Imam Hambali
Ahmad bin Hanbal (780 - 855 M, 164 - 241 AH ‏‏ ) adalah seorang ahlihadits dan teologi Islam. Ia lahir di Marw (saat ini bernama Mary di Turkmenistan, utara Afganistan dan utara Iran) di kota Baghdad,Irak. Kunyahnya Abu Abdillah lengkapnya:Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal bin Asad Al Marwazi Al Baghdadi/ Ahmad bin Muhammad bin Hanbal dikenal juga sebagai Imam Hambali.Yang menjadi dasar pendapat Imam Maliki adalah :
a.    Nushus (Al-Qur’an, As-Sunnah, nash Ijma’)
b.    Fatwa sahabat
c.    Hadits mursal dan dhoif
d.    Qiyas
e.    Istihsan
f.     Sadd al-dzaro’i
g.    Istihsab
h.    Al-masalah al-mursalah

C.     ALASAN MEMILIH MADZHAB
         
          Dalam madzhab fikih ahlusunnah waljamaah menganut empat mazhab dengan alasan sebagai berikut:
1.    Kualitas pribadi dan keilmuan mereka sudah masyhur. Jika disebut nama mereka hampir dapat dipastikan mayoritas umatb islam sedunia mengenalnya.
2.    Keempat imam mazhab tersebut merupakan imam mujtahid mustaqil, yakni imam mujtahid yang mampu secara mandiri menciptakan manhaj al-fikr, pola, metode, proses dan prosedur istinbat dengan seluruh perangkat yang dibutuhkan.
3.    Para imam mazhab mempunyai murid yang sangat konsisten dalam mengajar dan mengembangkan mazhabnya yang didukung oleh buku induk yang amsih terjamin keasliannya hingga kini.
4.    Dari keempat mazhab tersebut mempunyai mata rantai dan jaringan intelektual diantara mereka

Rabu, 06 April 2016

Macam-Macam Aliran dalam Islam

Pada saat nabi Muhammad masih hidup semua permasalahan selalu diselesaikan oleh Nabi berdasarkan bimbingan wahyu dari Allah SWT. Namun seteelah nabi wafat dan wahyu tidak turun lagi karena dianggap sudah sempurna maka semua masalah harus kembali pada alqur'an dan sunnah.  termasuk pergantian kepe,impina atau kholifah, siapa pengganti nabi setelah nabi wafat ? Nabipun juga tidak memberi wasiat kepada sahabatnya. tentang penggati beliau. Munculnya aliran-aliran dalam Islam sebenarnya disebabkan bukan dari permasalah agama tetapi  disebabkan permasalah politik yaitu pergantian kepemimpinan. Puncak permasalah politik terjadi pada masa kholifah Ali bin Abu Tholib. Dimana kelompok Ali pecah menjadi dua (Syiah dan Khowarij). Kelompo-kelompok yang menentang Ali bin Abi tholib adalah Tolhah, Zubair, Aisyah dan Muawisah. Tolhah, Zuabair berhasil dikalahkan, AIsyah dikembalikan dan Muawiyah masih bertahan dengan mengubah strategi baru yaitu dengan melakukan pendekatan tahkim aatau damai.
Aliran-Aliran yang dalam Islam yang muncul setelah nabi wafat adalah :
  1. Khowarij berpedapat bahwa orang Islam yang melakukan dosa besar adalah kafir dan wajib di perangi.
  2. Murji'ah berpendapat bahwa orang mukmin yang melakukan dosa besar tetap mukmin dan bukan kafir.
  3. Muktazilah berpendapat bahwa orang mukmin yang melakukan dosa besar bukan mukmin dan bukan kafir tetapi berada diatara keduanya, yang dikenal dengan istilah "almanzilah bainal manzitaini"
  4. Qodariyah berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan berkehendak dan berpendapat "free will dan free act".
  5. Jabariyah berpendapat bahwa pada dasarnya manusia tidak memiliki kebebasan berpendapat dan berkehendak.
  6. Ahlussunnah waljama'ah adalah golongan yang menikuti ajaran nabi secara murni dan konsekuen.


Selasa, 05 April 2016

Azas - Azas dalam Organisasi NU

Sebagai organisasi moderen termasuk organisasi NU tentunya memiliki prinsip atau azas yang harus dilakukan oleh seluruh warga NU bai secara organisatoris maupun secara pribadi. dalam organisasi NU ada dua azas yang harus diperhatikan yaitu :

  •  Azas Umum yang meliputi : Azas Keploporan, azas penyesuaian zaman, azas tuntutan zaman dan azas kemandirian. sebagai warga NU yang baik harus menjadi motor penggerak melakukan perubahan yang lebih baik. Karena Allah tidak mau merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mau merubah nasibnya sendiri. tantangan zaman yang harus dijawab oleh warga NU yang apbila tidak mampu menjawab tantangan zaman tersebut maka warga NU akan digerus oleh zaman yang setiap detiknya selalu beribah. Energi di dunia tidak bertambah dan tidak berkurang tetapi yang ada adalh perubahan itu sendiri. pertanyaannya mau berubah atau mati suri ?. Sebagai warga NU Harus bisa mandiri tanpa menafikan kerjasama. karena prinsip kemandirian inilaj yang akan memabawa NU dihargai oleh siapa saja. Secara Ekonomi NU harus memiliki kemandirian yang kokoh sehingga dapat meningkatkan daya beli warga NU. Warga NU harus menjadi pelaku ekonomi baik di lokol maupun tingkat nasional bahkan kelas dunia. dalam berpolitik  warga NU harus bisa menyalurkan aspirasinya tanpa harus dibayang-bayangi kelompok-kelompok tertentu.
  • Azas Khusus yang meliputi : Attawasuth, al 'adalah, al istiqomah, al tasamuh dan mar ma'ruf nahi munkar.



Amaliah Rutin Warga NU

Perlu di ketahui bahwa amaliah rutin yang sering dilakukan warga NU adalah sebagai berikut :
1. Baca Albarjanji atau maulid
2. Tahlilan
3. Ziarah Kubur
4. Talqin dll.

Senin, 04 April 2016

Hubungan NU denga Aswaja

Hubungan NU dengan Aswaja (ahlussunnah waljama'ah) terdiri dari tiga bidang  yaitu :

  1. Bidang Aqidah :  NU Mengikuti paham yang dikembangkan oleh syaikh abu Hasan Al-Asya'ari dan Syaikh Abu Mansur al Maturidzi.
  2. Bidang Syariah :NU mengikut salah satu pendapat empat madzhab yaitu :1. Madzhab Hanfi, 2. Madzhab Maliki, 3 Madzhab Syafi'i dan 4. Madzhab Hambali.
  3. Bidang Akhlak/Tasawwuf : NU mengikuti paham tasawwufnya 1. Syaikh Junaid al-Bagdadi dan 2.  Imam Ghozali. by. Tholabi

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *